Sunday, March 21, 2010

" Rasa Syukur Atas Semesta Alam "

Terlihat senyum surya menepi di sufuk barat,dan kembali dalam pelukan senja.
Terlihat langit membentang berwarna jingga keperak - perakan.
Pekiki sang camar,sesekali terdengar indah mengalun di telinga.
Sesekali terjun menukik ke dasar samudra biru,dan terbang kembali.

Seiring surya yang kian tenggelam,terlihat sepasang pengantin muda keluar dari mahligai cinta yang berkilauan menghiasi langit malam bersama redup sinar rembulan.
Kala para prajurit kegelapan telah datang menyerang teriring hening malam.

Ku hanya bisa duduk terdiam dengan sejuta rasa takjub akan ke indahan yang di suguhkan.
Sempurna alam di cipta,tiada bosan dan terucap rasa syukur atas semesta alam.

hingga rusa betina telah menunjukan waktu,ku mulai bisa terlelap dalam mimpi - mimpi ku.
Ku tanggalkan satu persatu lelah ku,dalam dekapan sang waktu.

Obralan Dengan Kawan Lama Tadi Pagi " iseng "

Pagi ini sedikit mendung,mentari malu tuk tersenyum.Kicau burung yang bernyanyi riang,tak dapat merayu mentari tuk hangatkan bumi.
Terdengar dering dari handphone butut ku,riing..riiing..riiiiiing.....

Hallo,Assalamu'alaikum.Jawabku.
Wa'alaikum salam.Jawab orang dari sebrang sana.

Maaf Mba,ini siapa yah ?? tanya ku.
Kok manggil mba sih,Lupa yah sama aku..??dari sebrang sana balik bertanya pada ku.
Aku Eni mas,mas jul lupa yah ? Duh yang dah sukses sombong sekarang.Ucap dari sebrang.

Mba eni ?? Eni mana yah ? tanya ku lagi padanya.
Walah..aku sudah dilupakan..ucap mba eni,tau nama setelah dia mengatakan namanya eni.
Moso lali karo aku toh mas ? Kelingan ga dek neng ungaran kon kenalan karo aku ??tanya mba eni.
Waduh..Oalah..Piye kabare mba En..?? Tanya Ku.
Weh..Wong lak wes sukses yoo ngene iki..lali karo konco..wes tak tutup ae telepone.ucapnya sambil bercanda.
Ngunu ae nesu..sing sukses ki sopo toh mba en..ejik dadi kuli ngene di omong sukses.
Mbe en menawi sing sukses,kulo mering saking rencang-rencang mba en sampun sukses,gadah warungan lan beberapa toko.
Hmm..sopo sing ngomong lek..iso ae sampean iku..aku mung buka warung rokok lan pulsa ndek ngarep umah tok kok..sing gosip ki sakjane sopo toh...
Btw sampean ntuk nomer ku seko sopo mba en ?tanya ku..
Nomer ku sing lawas lak wes ilang,sopo sing ke'i nomer ku neng sampean hayoo..
Mesti si anu yah yg kasih nomer ku ke mba en ?

Haahahhahaahaa...Ene wes sing aweh,itu rahasia.
Lah piye kabare si anu ? tanya mba en .
Hah..lah mbuh mba,kulo telepon lan sms mboten nate di bales kok,tapi yen kulo mering si anu sampun lulus kuliah'e lan sak niki sampun nyambut damel.Tapi duko teng pundi,mboten ngertos kulo.

Lah piye toh..sebagai anunya kok ndak tau.
Kulo kan sampun dangu mba en mboten kalih si anu,lah wong arep di tenani ga gelem dianya dakunya mau ngapain lagi,dipaksa juga ndak mau apalagi di haluskan seperti tepung...

Hahahahahahahhaa...masih saja seperti dulu kamu,ndak berubah masih suka goyon klo di ajak bicara serius..
Yang pasti waktu itu kamu salah waktu,si anu lagi punya hubungan sama orang makasar,dirimu saja yang aku bilangin ndak mau tahu.Dapatnya ya seperti itu.
Btw sekarang si anu lagi jomblo loh,kamu dekati aja dia..siapa tahu mau balik lagi sama kamu mas.

Wah..repot mba..
Repot gimana maksud mu mas...
Repotlah mba...
Jangan takut di tolak mas..di coba dahulu,kali aja jodoh...
sambil cekikikan mba en merayu ku..

Gimana kalau mba eni yang nyombangin..
Weh..ga iso yoo...nanti si anu marah pada saya gimana...
Nahkan mba eni yg kasih saran ke saya...hayoo bereni ndak ??
Kalau mba en mau nyomblangin saya siap...hahahhahahahaa....
Minimal dia mau lah aku ajak ketemu...sampai disitu saja selanjutnya serahkan pada saya mba..gimana ?? ujar ku.

Hmm...difikirkan dahulu yah...sambil godain dia dan marayu nya...
Ya sudah nanti kapan - kapan kita ngubrul-ngubrul lagi,aku mau kerja lagi..
Okelah klo begitu mba...Salam buat semuanya yah..

" TUNDUK MERUNDUK "

Jika hati bersih, panggilan bisik berteriak
Jika piker jernih, gelap menjadi terang
Jika jasad tunduk, semuanya menunduk

Kau belai hari
Demi tanpang diri
Kau akan tenggelam dalam lautan
Dalam benci

Kau raba minggu
Demi jabatan
Kau kan selalu berpetualang dalam kesah dan sedu

Kau pegang dunia
Demi kepuasan nafsu
Kau kan tak akan memperoleh siraman rindu

Namun, jika kau menjadi gunung
Baramu kau simpan
Kau tampak anggun dari kejahuan

Jika kau lautan
Sunamimu kau desirkan
Kau tanpak indah bak uraian rambut

Ketawaduan
Awal dari raih langit
Menuju raih keagungan

" BIDADARI PAGI "

Engkau bidadari pagi

Engkau ratu di hari Rabu

Engkau adalah embun yang daun lahirkan dan menetes saat mentari bersemi

Engkau adalah sepi yang datang, di antara petir badai yang menderu


Engkau adalah sejuk yang angin bawa di februari

Engkau adalah sinar yang mentari lahirkan setelah fajar pagi

Engkau adalah air mata yang tangisku bawa, ketika membayangkan kita berdua

Engkau adalah alasan mengapa duniaku, ada


dikutip dari novel ‘Jomblo’

" Sajak Untuk Lilin "

Jika bukan karena sayang
Tak mungkin ku selipkan
Kata rahasia malam ini padamu

Juga,
Tak mungkin kusisakan waktu
Diantara tumpukan kertas yang menjengkelkanku
Untuk menciptakan deretan syair ini

Meski terkadang aku
Harus berhenti dalam beban
Namun tatih langkahku tetap terseret
Bersama harapan; Jika suatu hari aku mengerti-mu

Biarlah esok pagi atau lusa
Kita membeku dalam ego tak terkalahkan

Namun malam ini,
Rindu dan doaku menyertai
Seribu mimpi dan harapanmu

" NAHKODA KE ANGKUHAN "

kutambatkan rasa pada senandung rindu

membuai asmara, bercengkrama dengan kasih sayang

nahkoda itu, selalu membawaku berlayar

dengan gemuruh ombaknya menuju dermaga keangungan

nahkoda itu, selalu menggodaku untuk bersamudera dengan angan

tuk menuai falsafah kehidupan

nahkoda itu, tak lagi kutemukan

karena hempasan ombak keangkuhan

menepi dan mati

kini, nahkoda-nahkoda baru bermunculan

membuat perahu layar kesombongan

berlayar...jauh-jauh

tak menemukan ketenangan

hanya, kepatuhan dan ketawaduan

sang nahkoda akan menemukan ketenangan

sampai pada dermaga sesungguhnya....

SORGA HATI
KAUSAR PIKIRAN

" Harapan Tinggal Lamunan "

Perlahan kuberjalan,
Lewati mlam bersama keresahan hati.
Dingin sepoi angin timur.
Menambah rasa kepedihan.
Sesuatu tlah hilang dari harapan.
Kucari harapan pada bayangan
dan kenangan.
Mungkin dpt kutemukan pada dirimu, walau hnya sebatas impian.
Kini…
Berat terasa langkahku berjalan.
Yg kudapatkan
hanya segores lamunan.

http://www.penyair.com/

.,.,.,.,.

Loading...