Tuesday, January 5, 2010

"Satu Pesan Terakhir"

Cerita ini aku buat sekitar 4 tahun yang lalu,tanggal 23 april 2006.Dimana orang yang paling ku sayangi pergi meninggalkan ku tuk selamanya.
Cerita ini aku tulis dalam lembaran kertas kusam dan baru aku upload sekarang,karna baru aku temukan kemarin pas aku beres-beres lemari buku ku.

Cerita ini bukan sebuah cerita yang ku karang mengada-ada,cerita ini realita dan semua kejadian dalam cerita ini benar adanya.
Aku menulis cerita ini bukan untuk menyinggung almarhum bapak ku,Aku berdoa semoga Almarhum bapak ku diterima disisi Alloh Swt dan di lapangkan jalan serta kuburnya.Amin..amin Ya robbal alamin...

" Satu Pesan Terakhir "

Jakarta,Selasa 23 April 2001

Pagi yang cerah,langit berwarna biru.Terdengar kicau burung riang bernyanyi,senyum mentari hangat memeluk tubuh.Seperti biasa bapak membangunkan aku dari lelapku,mas bangun cuci muka sana trs bantuin bapak bawa dagangan naikkan ke bajajnya pak Mul,lekas sana cuci muka.Suruh bapak kepada ku.
Iya pak,jawab ku,lalu aku pun bergegas cuci muka.Lima menit kemudian,aku keluar dari kamar mandi,tak lupa seperti biasa aku minum kopi ku dulu.
Mama kopi aku mana ?? tanya ku pada mama.Di tempat biasa mas,diatas meja.
Ku minum sedikit kopi dan makan ubi goreng yang ada di piring.Udah sana mas,sarapannya nanti saja setelah ngantar bapak,jangan lama-lama mama belum cuci piring sama beres-beres rumah,nanti adik kamu keburu bangun ga ada yang momong.Ucap mama kepada ku.
Iya mah,sahutku.Emang adi kemana mah ?? tanya ku menanyakan keberadaan adik ku yg pertama.Emang Adi ga bisa bantu mama gendong firli atau bantuin mama cuci piring dan beres-beres rumah ?? tanya ku kepada mama.Waktu itu umur ku baru 16 tahun,Adi adik ku berumur 12 tahun dan si kecil firli berumur 2,5 tahun.Adek kamu tuh masuk pagi mulai hari senin kemarin,katanya gedung sekolahan sedang di renovasi,jadi sementara sekolahnya numpang di sekolahan lain.jawab mama.

Oh gitu ya ma,ya udah sana kasihan bapak nanti menunggu.
Ma,mas ngenter dagangan dulu ke bajajnya pak mul,lima belas menit kemudian sampailah aku di pangkalan bajaj lalu ku masukkan dagangan yang ku bawa langsung ku masukkan dalam bajaj pak Mul.
Saat aku hendak pulang menuju kerumah,bapak memanggil ku.

Mas,sebentar bapak mau tanya.Mas nanti masuk kerja ga ??tanya bapak kepada ku.
Hari ini mas ga masuk kerja pak,mas tuker shift sama teman,tapi ada latihan sepak bola jam 3 sore bareng temen-temen komplek di menteng,knp pak? aku ganti bertanya.

Mas bisa ga nanti gantiin bapak jualan setelah mas selesai latihan??tanya bapak kepada ku.
Insya Alloh pak,nanti mas usahakan.Jawab ku,Ya sudah pak mas mau pulang terus bantu-bantu mama beres-beres rumah.Hati-hati ya Pak,Assalamu'alaikum.

Sampai dirumah aku langsung bantu beres-beres rumah,setelah selesai semuanya aku lekas mandi.
Setelah rapih dan sedikit berselok aku bergegas sarapan.
Disela-sela sarapan pagi ku mama menegur ku dan bertanya,tadi bapak bilang apa ke mas ??tanya mama.
Bapak cuma bilang mas disuruh gantiin bapak,jam 3 sore nanti setelah mas selesai latihan bola sana anak komplek ma di menteng.jawab ku.
Emang kenapa dengan bapak ma,bapak sedang kurang enak badan yah ?? tadi mas lihat agak pucat wajah bapak.kata ku.
Iya..bapak sedang tak enak badan,semalam mama udah kerokin.semalam mama juga bilang ke bapak kamu,libur aja ga usah jualan dagangan yang udah di bikin di kasihkan saja sama tetangga sebelah pak,tapi jawaban bapak mu sayang sama dagangan yang udah di bikin.ya mama mau bilang apa lagi bapak mu jawabannya seperti itu.Malah dia bertanya ke mama,emang doyan sama makanan kita??mending bapak kasihkan saja nanti kalau tidak habis ke anak-anak jalanan ma,lebih ridho karna sama mereka pasti dimakan.cerita mama kepadaku.

Hari ini kamu ga masuk kerja ?? Kalau kamu ga kerja mending kamu temani bapak dan bantu jualan.
Aku libur hari ini mah,ucap ku.
Ya sudah sehabis sarapan kamu langsung menyusul bapak ke pangkalan,kasihan bapakmu.
Kalau adik kamu sudah besar mama ajak ke pangkalan bantu bapak mu jualan.ujar mama.

Iya ma..Rokok mas mana yah mah?? tanya ku.
Tadi rokok mas mama rokok,mama ke habisan rokok tadi mas,warung mas sopan belum buka dan kemaren pas mama belanja mama lupa beli,rokok tinggal tiga batang aja di tanyain.gumam mama ku.
Tuh kamu rokok,rokok mama di atas bipet.ga ah ma,mas beli aja nanti.ujarku.
Sudah minta aja sama mas sopan,sekalian langsung berangkat nyusul bapak,tuh ongkosnya disebelah rokok mama.ucap mama kepada ku.
Mas punya uang kok ma,jawab ku.

Sudah bawa aja,kemaren kan mama pinjem uang ke mas.jawabnya.
Mama gimana,masa pinjem cepe dibalikinnya ceban.gumam ku.
ya sudah sini kembalikan 9900 ke mama,kan mama pinjem mas cepe.sambil nyengir.
Mama bercanda terus,orang serius juga malah di ajak bercanda.aku bergumam.
Mas berengkat dulu deh ma nyusul bapak,Assalamu'alaikum.Aku Jalan Kedepan menuju jalan raya,sebelumnya aku mampir ke warung mas sopan,membeli sebungkus rokok Marlboro ligth.
Setelah aku membeli rokok ku langkahkan kaki menuju jalan raya,sambil ku hisap rokok yg baru ku beli.
Ku nanti kan bis kota dengan sabar,lima belas menit kemudian bis yang ku tunggu datang setelah ku habiskan dua batang rokok.Kopaja P 19,teriakan sang kondektur.Tanah abang blok M..Blok M...Ku naik dan tak lupa ku buang rokok ku.Didalam sedikit bergumam di dalam hati,yah berdiri..tak apalah.

Akhirnya sampailah aku di lapangan velbak depan mabes polri di jalan Trunojoyo.
Ku Langkahkan kaki menyebrang jalan,di seberang sana ku lihat bapak ku terlelap,tidur dengan posisi duduk.Aneh Bin ajaib,gumam ku dalam hati.Ku lihat di grobak banyak uang,mungkin uang pembeli.
Tanpa banyak fikir lagi aku masukkan aja semua uang yg ada di meja ke laci.

Sambil menunggu bapak bangun dari tidurnya,aku melayani pembeli.Setiap pembeli aku layani dengan baik,satu jam ku lewati akhirnya bapak ku terbangun dari tidur dan menegur ku.
Mas,duduk sini dekat bapak.ucap bapak kepada ku.
Bapak tadi mau bilang apa ke mas ?? tanya ku.
Sini mas mendekat duduknya.Mas,jika umur bapak tidak panjang lagi,bapak mau minta tolong jagain keluarga dan adik-adik karna mas kan anak pertama bapak dan sudah seharusnya jika bapak pergi mas lah yang memikul semua tanggung jawab.Bapak merasa Umur bapak tinggal tersisa beberapa jam lagi mas,mas jangan sedih yah.Bapak minta mas iklas jika bapak benar -benar pergi meninggalkan semua untuk selamanya.
Mas tau pak,bapak sedang tak enak badan.tapi bapak jangan bicara seperti itu pada mas.Sambil tersedu dan ku teteskan air mata ku berkata kepada bapak ku.

Tak jauh di samping ada dua orang polisi yang sedang ngobrol dan sudah lama aku kenal,Mereka pak Suharto Kuncoro Putra dan Benny Panjaitan.Pak Harto berpangkat Letkol Seksi Intel Mabes Polri,Sedangkan pak Benny Seorang Polantas berpangka Sertu.
Mereka mendengar pembicaraan kami,dan tanpa sungkan langsung memotong pembicaraan ku dengan bapak ku.
Pak ndut (bapak ku biasa di panggil gendut karna badannya yang sangat gemuk)Kalau ga enak badan pulang aja,biar anto yang meneruskan jualan.Anto kan bisa jagain,wong lak koe dodolan ae di tinggal turu iso entek lan duite yoo utuh (Orang kalau kamu jualan ditinggal tidur aja bisa habis dan uangnya juga ada).Ucap pak Harto kepada bapak ku menggunakan bahasa jawa.
Ayo aku antar ke dokter terus pulang,sekalian aku mau main kerumah kamu sudah lama juga aku ga main kerumah Mu.Aku kangen dengan anak mu yang kecil,pasti sudah pinter minta jajan kewarung yah ?Ujar pak Harto.
Ga usah ke dokter pak,tapi jika bapak hendak main kerumah saya silahkan,pintu rumah terbuka selalu untuk bapak dan siapapun yang akan main kerumah saya pak.Ucap bapak ku kepada pak harto.

Akhirnya bapak di antar pulang kerumah oleh pak harto.

Setelah bapak di antar pulang oleh pak harto,aku meneruskan berjualan.
Setiap pembeli ku layani dengan sabar,detik demi detik ku lewati dengan kesibukan yang ada.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,adzan magrib ku dengar,dagangan ku tinggal sedikit lagi habis.Alhamdulillah lumayan laris juga aku berjualan,karna tadi masih lumayan banyak,boleh di bilang masih utuh.

Ku lihat dua orang yg ku kenal datang menghampiri ku,mas sobirin dan mas yono.
Keduanya kebetulan satu kampung dan tetangga rumah ku.

Tanpa banyak basa basi,mas sobirin berkata pada ku.To,kamu suruh pulang ada kabar dari kampung kalau nenek kamu sakit.kata mas sobirin kepada ku.
Nanti mas,dagangannya tinggal dikit lagi nih tanggung.ucap ku kepada mas sobirin.
Sudah di bawa pulang saja,nanti dirumah di jual lagi.ucap mas yono kepada ku.
Tanggung mas,hmm...kok bukan bapak yang kesini mas ? tanya ku.
Bapak sudah sehat belom mas ?? aku bertanya lagi kepada mereka.

Bapak belom sehat,maka dari itu saya dan mas yono yang datang menjeput kamu bukan bapak.
Sudah yuk pulang,kasihan yang dirumah menunggu,ucap mas yono kepadaku.

Aku pun lekas beberes dan menyetop bajaj.
Yuks mas kita pulang,gerobaknya biar kang bewok yang taruh di gudang.

Dua puluh menit kemudian kami pun sampai di gang rumah ku,ku lihat berbendera koening berkibar.Hati kecil ku bertanya,siapakah gerangan yang meninggal ?

Aku memberanikan diri bertanya sambil menurunkan barang dagangan yg masih dari bajaj.
Mas,siapa yang meninggal ?Tanya ku.
Tapi pertanyaan ku tidak di jawab mereka,mereka hanya berkata yang sabar yah To,Tawakal yah.

Semakin penasaran saja aku,ku langkahkan kaki turuni beberapa anak tangga,tapi dalam hati terus bertanya-tanya.Siapakah yang meninggal,bapakkah ? benarkah nenek sakit ?

Ku lihat di teras rumah banyak orang dan ramai dalam keremangan lampu neon,suara orang mengaji terdengar.Banyak orang yang memandangi ku dan beberapa yang memeluk ku dan berkata,sabar yah To,tawakal yah.

Sampai di pagar depan rumah,aku di peluk oleh pak harto dan disuruh mengambil air wudhu.
Sabar yah nak,ayoo sini sama bapak ambil air wudhu dulu sebelum masuk rumah.ucap pak harto kepada ku.
Tanpa berfikir panjang,aku pun menuruti apa yang disuruh pak harto kepada ku.
Setelah aku mengambil air wudhu,aku di ajak masuk oleh pak harto.
Ayoo nak masuk,ambil alqur'annya kita mengaji.ucap pak harto.
Tapi sebelum itu aku disuruh melihat jasad yang sedari tadi berbaring yang membuat aku panasaran.

Innalillahi Wa'ina illahi roji'un..

Seakan tak percaya aku melihat,ternyata pertanyaan yang berkecamuk sejak tadi terjawab oleh ku dan perkiraan ku benar.Ketika ku melihat wajah jasad yg berbaring kaku di hadapan ku,tiada sadar tangan ku langsung meninju tembok dinding rumah dan menghancurkan kaca.Darah segar pun mengalir dari kepalan tangan ku,aku pun tak sadarkan diri terkulai lemas.

Waktu kian larut,aku tersadar sekitar jam 12.30 malam,itu pun karna di sadarkan oleh beberapa orang dan kerabat ku yg sejak tadi mengerumi ku.Jasad bapak di masukan kedalam peti jenazah,setelah dimandikan tentunya dan di masukkan kedalam mobil ambulance.

Setengah jam kemudian,tepatnya jam 1.00 wib raungan suara sirene terdengar mengaung di gelapnya malam.Semua persiapan telah selesai dan iring - iringan beberapa kendaraan pun berjalan.

Dua buah sepeda motor BM dan satu sedan Bm mengawal jenazah di depan,ada hal aneh yg ku lihat,ketika suara sirene mulai di bunyi kan,dua sinar putih melayang ke angkasa,bukan hanya mata ku saja yg melihat tapi hampir semua yg mengiringi pun melihat.

Sinar putih itu pun hilang di telan gelapnya langit malam.

Setelah lima jam kemudian,terdengar suara ledakan. Duuuuaaaaaarrrrrr...!!! Astagfirulloh...
Ban mobil ambulance pembawa jenazah pecah.Tepat di daerah purwokerto tepatnya di kaki gunung Slamet,maaf nama desanya saya lupa,hanya beberapa rumah saja disana sisanya sawah - sawah petani yg baru menguning.

Hampir semua orang pada turun untuk melihat apa yg terjadi,setelah ban di ganti,kami meneruskan kembali perjalanan.

Tepat jam 7.30 pagi kami pun sampai di rumah duka,di rumah ku.
Jerit dan tangis menggelegar bak petir yg menyambar di siang bolong.
Cahaya semalam yg terlihat dan sempat mengiringi,terlihat seperti kilat menyambar mobil jenazah dan seperti masuk kedalamnya.
Tiada henti orang yg melihat dan menyasikkan kejadian itu mengucapkan asma Alloh. " La Illaha'illalloh "

Semua kuasanya,hanya dia yg tahu apa yg terjadi saat itu,hanya Alloh yg maha mengetahui semua fenomena yg terlihat ketika itu.Entah..aku pun tak mengerti.

Setelah kejadian itu,peti jenazah di turunkan,jenazah pun akan di mandi kan lagi.
Kain kafan basah oleh darah yg masih segar,seakan jasad yg berbaring kaku itu masih mempunya roh,karna saat aku pegang jasad bapak ku masih hangat dan lemas seperti baru beberapa detik meninggal.Subbahanalloh,semuga allmarhum di lapangkan jalan dan di lebar kan kuburnya. Amin.

Jenazah pun di mandi kan dan di kafankan kembali,jenazah bapak di makamkan sehabis sholat dhudur di pemakan umum di kampung ku.

Tiada orang yg tak meneteskan air mata,tiada orang yg tak menangis walau bukan sanak saudaranya.
Beberapa menit setelah selesai jenazah bapak di mandikan,terlihat dua bus metro mini datang,ternyata kawan - kawan bapak datang menyusul dari jakarta.
Rumah yg hanya berukuran 10 M² kali 12 M ² penuh sesak.

Setelah selesai pemakaman jasad bapak ku,aku masih terkulai lemas di sofa.
Pak Soeharto menegur ku,sini nak dekat bapak.ucapnya.
Aku pun mendekat dan bertanya,ada apa pak ?
Nanti sehabis tahlillan bapak mau bicara,ujar pak harto kepada ku.
Aku hanya mengguk padanya.

Waktu terus berjalan,adzan magrib berkumandang. "Allohu Akbar Allohu Akbar "
Aku dan pak harto pergi kemasjid sholat berjama'ah begitu juga yang lainnya.
Selesai sholat magrib aku tak beranjak dari tempat duduk ku,aku hanya termenung menatap kali grafi arab yg terpajang di dinding masjid hingga adzan isya berkumandang.
Setelah selesai sholat isya aku pulang kerumah mengikuti tahlillan dirumahku.

Setelah selesai tahlillan,pak harto memanggil ku,sini nak mendekat pada bapak.Ucap pak harto pada ku.
Nak anto bapak mau bicara sama kamu dan semua orang yang masih ada disini,almarhum pernah berpesan pada saya sewaktu dia masih sehat.
Saya dititipkan pesan,jika suatu saat nanti almarhum kembali pada sang ESA,saya di minta untuk menjaga nak anto,itu jikalau nak anto mau dan istri almarhum membolehkannya.
Saya akan mengambil nak anto untuk saya jadikan anak angkat saya dan akan saya masukkan ke pesantren.

Bagimana nak anto mau saya masukkan ke pesantren ?? kata pak harto.

Tapi sekolah saya gimana pak ? ujar ku.

Nanti sekolah kamu pindah,kebetulan di pesantren itu ada sekolahnya dengan kurikulum seperti di sekolah negeri.
Gimana nak anto mau dan ibu mengijinkannya tidak ?? Pak harto kembali bertanya.

Aku hanya terdiam.
Saya sebagai orangtuanya dan istri almarhum boleh saja dan mengijinkannya jika anak saya mau pak.Mama ku berkata.

Kalau nak anto berkenan,setelah tujuh hari almarhum kita berangkat ke tebu ireng.
Tapi saya ga mau menginap di pondok pak,ucap ku.
Kalau ga mau menginap di pondok tak apa,kebetulan rumah bapak pas di belekangnya.

Aku pun menyetujui apa yang di katakan pak harto kepadaku.

Setelah 10 hari dari pembicaraan itu aku pun di bawa ke kampung halaman pak harto untuk dimasukan ke pesantren tebu ireng.

Nah seperti itulah kawan akhir dari sebuah pesan terakhir almarhum Bapak ku.

Tapi aku hanya sampe lulus smp saja untuk sekolah ku,berada di pesantren tebu ireng hingga 4 tahun.Lumayan untuk mengeyam sebuah pendidikkan,tapi emang dasarnya aku ini bergajulan jadi yah seperti preman atau gelandangan.

Terima kasih Untuk :

Orang yang paling dekat dengan ku saat ini,Mama,Keluarga Ku dan Kawan - Kawan Ku yang Senantiasa Menyemangati Ku.Dari jadi orang baik yang rajin dan taat pada perintah sang ESA,hingga menjadi bajingan yang setiap hari hanya mengisap ganja,sampai saat ini yang sadar namun masih seperti bajingan walau meninggalkan semua masa kelam.

No comments:

.,.,.,.,.

Loading...